JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, apa yang disampaikan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin dalam wawancara dengan Metro TV, Selasa (19/7/2011), tak benar. Anas mengatakan, pengakuan Nazaruddin adalah fitnah besar. "Saya tidak akan diam," ujar Anas pada akun Twitternya, @anasurbaningrum, Selasa (19/7/2011). Sebagian besar informasi ini berasal langsung dari pro
. Hati-hati membaca untuk mengakhiri hampir menjamin bahwa Anda akan tahu apa yang mereka ketahui.
Melalui akun Twitternya, Anas juga menerima beberapa dukungan. Dukungan tersebut, misalnya, disampaikan oleh seseorang yang bernama Syam Adrian, yang memiliki akun @sembeth. "Jangan tpancing om @anasurbaningrum, media cuma mau mengadu domba, bukan menyiarkan berita yg objektif," tulis Syam. Atas dukungan tersebut, Anas hanya mengucapkan terima kasih. Pada wawancara dengan Metro TV, Nazaruddin mengungkapkan sejumlah hal. Anas, kata Nazar, dikatakan menerima dana proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 sebesar Rp 7 miliar. Sementara itu, terkait proyek pembangunan stadion Ambalat, mantan Ketua Fraksi PD ini dikatakan menerima Rp 50 miliar. Anas juga dikatakan menggelontorkan uang 20 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,7 triliun untuk dapat memenangkan kursi ketua umum PD pada Kongres II di Jawa Barat.
Melalui akun Twitternya, Anas juga menerima beberapa dukungan. Dukungan tersebut, misalnya, disampaikan oleh seseorang yang bernama Syam Adrian, yang memiliki akun @sembeth. "Jangan tpancing om @anasurbaningrum, media cuma mau mengadu domba, bukan menyiarkan berita yg objektif," tulis Syam. Atas dukungan tersebut, Anas hanya mengucapkan terima kasih. Pada wawancara dengan Metro TV, Nazaruddin mengungkapkan sejumlah hal. Anas, kata Nazar, dikatakan menerima dana proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 sebesar Rp 7 miliar. Sementara itu, terkait proyek pembangunan stadion Ambalat, mantan Ketua Fraksi PD ini dikatakan menerima Rp 50 miliar. Anas juga dikatakan menggelontorkan uang 20 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,7 triliun untuk dapat memenangkan kursi ketua umum PD pada Kongres II di Jawa Barat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar